Zat Kimia Berbahaya Untuk Manusia

Zat Kimia Berbahaya Untuk Manusia

Zat Kimia Berbahaya Untuk Manusia

Zat Kimia Berbahaya Untuk Manusia – Pernahkah Anda memiliki waktu bersama keluarga untuk membersihkan rumah? Berbagai macam zat kimia Anda gunakan agar lantai dan rumah Anda bersih dan wangi.

Kita juga tidak dapat memungkiri bahwa kita hidup dengan bergantung pada zat kimia, salah satunya adalah oksigen. Oksigen adalah salah satu zat atau gas kimia yang ada di alam dan kita butuhkan untuk pernapasan agar dapat terus mengaliri air ke seluruh tubuh.

Namun, oksigen tidak sendirian. Di udara, ia bersanding dengan banyak jenis zat kimia, termasuk yang beracun dan dapat mematikan manusia. Setidaknya ada 8 zat atau gas kimia yang bersemayam di udara dan berbahaya jika turut terhirup saat melakukan pernapasan.

Berikut adalah zat kimia berbahaya yang terdapat di alam:

Sianida

Tahun 2016, media massa Indonesia sempat meramaikan pemberitaan tentang wafatnya seorang perempuan yang meninggal akibat meminum kopi mengandung sianida.

Kabar tersebut seakan menjadi suatu penegasan bahwa sianida merupakan zat beracun yang berbahaya dan mematikan. Zat sianida dapat membunuh meski hanya dalam dosis kecil.

Zat ini bekerja dengan cara mengikat zat besi dan menghambat peredaran oksigen dalam darah. Dampaknya, orang yang menghirup atau menelannya akan kejang, terkena serangan jantung, hingga meninggal.

Compound 1080

Zat ini terkesan sangat mengerikan dengan sifatnya yang tidak berbau, tidak berasa, dan dapat larut dalam air. Begitu terhirup, meski hanya dalam dosis satu sendok teh, Compound 1080 bisa membunuh hingga seratus jiwa manusia.

Begitu meninggal, racun ini dapat bertahan dalam tubuh manusia bahkan hingga setahun setelah kematian. Tidak hanya itu, dampak zat yang bersenyawa natrium fluoroasetat tidak ada penawarnya, sehingga lebih cepat mengakibatkan kematian. Semula, Compund 1080 digunakan sebagai zat untuk membunuh hewan.

Ricin

Zat beracun ini dapat membunuh manusia apabila tertelan atau terhirup. Bahkan, menghirup 0,3 miligram ricin saja, dampaknya sangat buruk. Zat ini berasal dari tanaman kacang jarak.

Sebagai racun, ricin pertama kali digunakan untuk menghukum mati pria bernama Georgi Markov, seorang pembangkang asal Bulgaria. Hukumannya dilakukan dengan cara menembakkan ricin ke tubuhnya, kemudian ia mati setelah tujuh hari penembakan tersebut.

Sarin

Pada zaman dahulu, zat sarin merupakan bahan senjata kimia untuk perang. Namun, pada tahun 1993 tidak ada lagi negara yang menggunakannya, setelah mendapatkan kecaman dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meskipun sejumlah informasi mengatakan bahwa zat sarin kembali digunakan sebagai senjata perang di Suriah beberapa tahun belakangan.

Sarin memang merupakan zat beracun yang sangat berbahaya. Tingkat bahayanya bahkan diperkirakan 26 kali melebihi sianida. Begitu terhirup, zat yang berbentuk gas ini dapat membuat mulut berbusa, koma, hingga mati.

Strychnine

Sedikit berbeda dengan zat-zat sebelumnya, strychnine tidak langsung mematikan orang yang menghirupnya. Pengaruhnya lebih kepada menyerang saraf dan tulang belakang hingga terjadi kejang dan kontraksi otot.

Akibatnya tubuh terasa sangat sakit dan tersiksa. Zat ini sejatinya merupakan bahan kandungan pestisida. Gunanya adalah untuk mengusir dan membasmi hama tikus di pertanian dan perkebunan.

Merkuri

Banyak orang yang tidak menyadari keberadaan zat beracun ini, terutama mereka yang biasa merias wajah. Pasalnya, zat merkuri banyak terkandung dalam produk kecantikan. Selain itu, merkuri juga terdapat dalam sejumlah makanan dan peralatan rumah tangga.

Cara kerjanya, ketika uap zat ini tanpa disadari terhirup, ia lalu masuk ke paru-paru. Begitu mengendap, ia akan menyerang paru-paru, bahkan sampai ke otak dan mematikan sistem syaraf pusat.

Karbon Monoksida

Ini adalah zat beracun yang dapat dengan mudah kita temukan sehari-hari. Mulai dari asap knalpot kendaraan, pembakaran sampah hingga rokok. Padahal, semestinya sudah tidak asing lagi bahwa karbon monoksida memiliki racun yang berbahaya dan mematikan.

Secara ilmiah, karbon monoksida bekerja dengan mengikat paru-paru dan hemoglobin darah. Semakin banyak hemoglobin yang terikat, jumlah oksigen dalam darah semakin berkurang.

Dampaknya adalah terjadinya gangguan fungsi organ tubuh terutama paru-paru. Jelas saja, zat beracun ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *