Tips Sebelum Terjun Bisnis Masker

Tips Sebelum Terjun Bisnis Masker

Tips Sebelum Terjun Bisnis Masker

Tips Sebelum Terjun Bisnis Masker – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, menekankan rekomendasi World Health Organization (WHO) tentang “Masker untuk Semua”. Seluruh masyarakat yang berkegiatan di luar rumah wajib menggunakan masker untuk mencegah penularan COVID-19.

Masker menjadi barang buruan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Produk kesehatan ini dicari banyak orang untuk melindungi diri agar tak tertular virus Corona. Hal itu membuatnya laris-manis.
Cukup banyak orang yang memanfaatkan kondisi tersebut sebagai peluang bisnis. Bila kamu juga tertarik untuk menjajalnya, jangan khawatir kekurangan modal, sebab dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha tersebut tak sampai merogoh kocek dalam-dalam.

Seperti yang dilakukan oleh Raihan Abiyan Fattah. Dia memulai bisnis produk Masker dengan modal kurang dari Rp 5 juta. Dia menggunakan dana pribadinya. “Kemarin modalnya nggak sampai Rp 5 juta, modal sendiri, (pakai) tabungan,” kata Founder Masker Rupa Nusa.

Lanjut dia, proses produksi dilakukan oleh jasa konveksi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Begitu Masker selesai diproduksi akan dikirim kepada dirinya.

Saat ini, lanjut dia, proses distribusi masih dilakukannya seorang diri tanpa bantuan tenaga kerja. Bisa dibilang pengeluarannya pun menjadi lebih minim karena tak perlu mengupah pekerja tambahan.

“Belum (pakai bantuan tenaga kerja). Sekarang belum sih, masih penjahitnya, penjahitnya di Tasik, di Jakartanya sendiri, buat distribusinya (Masker) sendiri,” ujarnya.

Bisnis masker menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan di tengah tingginya kebutuhan selama pandemi COVID-19. Namun mungkin ada yang ragu-ragu untuk memulainya karena khawatir tak laku.

Namun kamu bisa meniru apa yang dilakukan oleh Raihan. Dia membuat masker dengan motif batik. Dia sudah membuat masker dengan 26 motif batik.

“Sekarang kita sudah ada 26 (motif batik),” kata dia kepada detikcom, Minggu.

Ide membuat masker dengan sentuhan ciri khas budaya Indonesia itu bermula ketika dirinya rutin mengenakan masker di masa pandemi COVID-19.

Kala itu dia merasa masker yang dikenakannya saat bekerja tidak selaras dengan busana yang dipakai. Akhirnya dia mencoba membuat masker dengan motif batik.

“Masker ini sudah jadi kebutuhan dan kadang-kadang suka nggak cocok sama baju. Nah habis itu mikir apa nih yang enak ya? warna-warni bisa masuk ke baju tapi masih ada kesan Indonesianya nih. Nah sudah akhirnya kebetulan bareng teman orang Tasik, ya sudah kita pakai batik saja sebagai motif,” ujarnya.

Selain itu, masker yang dibuatnya juga tahan terhadap cipratan air. Hal itu menjadi salah satu nilai jual yang bisa menarik minat konsumen.

Seperti yang sudah dibuktikan oleh Raihan. Hanya bermodal uang kurang dari Rp 5 juta, kini omzet bisnis masker buatannya sudah menyentuh Rp 20 jutaan per bulan.

“(Omzet) sekitar Rp 20 jutaan (per bulan),” kata Founder Masker Rupa Nusa.

Omzet tersebut dia peroleh hanya dalam waktu singkat. Sebab dirinya baru merintis bisnis itu, tepatnya pada April lalu dan mulai memasarkan produknya pada 13 Mei melalui platform online.

Comments are closed.