Supermarket di Inggris Untung Besar

Supermarket di Inggris Untung Besar

Supermarket di Inggris Untung Besar

Supermarket di Inggris Untung Besar – Jaringan swalayan terkemuka di Inggris memperingatkan akan memboikot pengiriman barang-barang asal Brasil jika legislator di sana mengesahkan undang-undang mengenai pembukaan lahan di hutan hujan Amazon.

Dalam surat terbuka kepada senator dan deputi Brasil. Perusahaan-perusahaan tersebut mengaku khawatir terhadap Provisional Measure 910 yang mendapat dukungan penuh dari Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Provisional Measure 910 itu merupakan kebijakan membuka lahan sekitar 65 juta hektare (ha) di Amazon untuk kepentingan bisnis.

Penggundulan hutan atau deforestasi di Amazon telah melonjak sejak kursi orang nomor satu Brasil diduduki Bolsonaro. Bahkan, Bolsonaro ingin membuka hutan yang terlindungi itu untuk kebutuhan pertanian dan pertambangan.

Empat kelompok supermarket besar Inggris Tesco, Sainsbury’s, Morrisons dan Asda mengalami peningkatan penjualan selama penguncian wilayah (lockdown) di Inggris.

Tesco dan Sainsbury secara khusus diuntungkan, dengan jaringan bisnis toko online yang mengikuti kebiasaan belanja konsumen selama lockdown. Tesco mengatakan penjualan di Inggris naik 8,7% YoY pada kuartal-I hingga 30 Mei.

Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan lokcdown berlaku pada 23 Maret lalu dengan seluruh supermarket dan toko kelontong sebagai satu-satunya yang diizinkan tetap buka.

Deforestasi Amazon mencapai angka tertinggi dalam empat bulan terakhir ini. Menurut data dari National Space Research Institute, total 1.202 kilometer persegi area hutan digunduli selama periode Januari hingga April.

Jumlah area itu meningkat 55 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Persentase tersebut juga menjadi yang tertinggi sejak pencatatan penggundulan hutan dilakukan pada Agustus 2015.

Kerusakan itu sebagian besar disebabkan oleh pembalakan liar, penambangan, dan pembuatan lahan pertanian di lahan yang sebenarnya dilindungi.

Tesco yang memiliki 27% pangsa pasar grosir di Inggris mempertahankan ekspektasinya dengan laba operasi ritel pada 2020 hingga 2021 kemungkinan akan berada pada tingkat yang sama dengan 2019-2010.

Tetapi peningkatan volume penjualan untuk Tesco berimbang dengan meningkatnya biaya logistik selama beroperasi di tengah pandemi Corona. Prospek laba saat ini terbilang datar.

Diperkirakan Tesco menghabiskan biaya 840 juta pound setara Rp 14,8 triliun (kurs Rp 17.500/ poundsterling) untuk keperluan toko selama pandemi. Dana tersebut dapat ditutupi oleh penjualan yang tinggi dan 585 juta pound (Rp 10 triliun) bantuan dari pemerintah untuk bisnis gardan terdepan.

“Hanya dalam lima minggu, kami menggandakan kapasitas online kami untuk membantu mendukung pelanggan kami dan mengubah toko kami dengan langkah-langkah jarak sosial yang luas,” kata Kepala Eksekutif Dave Lewis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *