Sepotong Kardus untuk Jemaah Haji

Sepotong Kardus untuk Jemaah Haji

Sepotong Kardus untuk Jemaah Haji

calon jamaah haji malaysia  180713123345 466 - Sepotong Kardus untuk Jemaah Haji

Sepotong Kardus untuk Jemaah Haji, – Seorang askar Arab atau polisi Arab terus tak henti hentinya, mengibaskan sepotong kardus untuk jemaah haji yang lewat disampingnya. Senyumnya terus merekah setiap jemaah haji lewat. Ia berusaha untuk terus memberi, walau hanya dengan seuntai senyum dan sapuan angin yang juga belum tentu. Itulah yang ia kerjakan sepanjang piket di jalur lintas mina. Untuk apa ya … Ia lakukan ..? 

Banyak askar yang berdiri dan duduk, membisu, muncul tampak curiga, melihat kanan kiri, itu sebenarnya sudah cukup, syah untuk mendapatkan pekerjaan yang diterima, halal. Tapi askar ini melakukan hal yang berbeda dengan askar lain, walau hanya dengan sepotong kardus.

Untuk apa ya … pertanyaan di atas saya ulang lagi. Apakah askar lain tidak ditemukan kardus yang sama dengan askar ini? Ada banyak kardus bertebaran disepanjang terowongan menuju jamarat, tapi yang lain tak melakukanya. 

Untuk apa ya … pertanyaan saya ulang lagi. Apakah askar lain tidak mampu mengibaskan kardus, jika di timbang berat kardus hanya beberapa gram saja. Terlalu beratkah kardus untuk askar yang tinggi besar dan kekar untuk mengibaskan ke arah jemaah?

Mungkin, askar lain terlalu merepotkan untuk kibasan kardus. Lagi pula untuk apa, toh terowongan sudah ada fasilitas kipas angin besar yang harus hidup, perlu repot merepotkan dengan kardus, ditambah tak mau menambah insentif atau bonus? 

Mungkin, askar lain juga akan mengatakan, kibasan kardus tidak ada dalam standar operasinal prosedur, nanti salah lagi, mengatasi SOP, kerjakan saja sesuai dengan standar yang ada, “disiplin”, begitu bisik dalam perubahan.

Mungkin, askar juga akan berfikir, itu hanya kegiatan iseng, utama saja, dari pada ngak ada yang dikerjakan, selain melihat dan mendapatkan jemaah haji yang lolos lalang di navigasi.

Mungkin askar pengibas kardus ini berpikir, menunggu ya, yang bisa saya perbuat, selain hanya menjadi pengawal yang berdiri dan duduk, sehingga lebih bermanfaat bagi orang lain, tanpa mengganti tugas pokok sebagai pengamanan? Ketemulah kardus. 

Kardus, barang tak berguna yang sudah menjadi sampah, segera masuk kantong plastik petugas kebersihan yang juga berjaga disepanjang terowongan. Tapi kardus itu mampir dulu ketangan askar ini menjadi kipas untuk jemaah haji.

Sepotong kardus, ditangan askar ini menjadi tunjangan, malah beragam jemaah haji tersenyum, puas terima kasih. Walau kibasan anginnya diambil alih. Tapi gerakan tangan mengibaskan kardus dan senyuman itu, melebihi sapuan agin AC berklualitas tinggi untuk jemaah haji. 

Bayangkan, jika yang ditangan askar itu harta, jabatan, seperti apa manfaat yang akan diterima oleh jemaah haji? Saya pun menjadi tertarik, berhenti sebentar mengambil gambar, berulang-ulang.

Setalah itu, saya tertegun dalam perjalanan melihat padat di lorong jamarat itu. Lalu bagaimana denganku? Adakah kardus lain yang menyertai dalam urusan tugas kesehatan haji ini? Apakah sudah puas capek dan merepotkan, dll, jadi perlu dengan kardus seperti si askar itu? 

Saya percaya, apa yang dilakukan askar itu bukan untuk dirinya, pekerjaanya, diminta puja puji pimpinan dan atasanya, atau mohon ucapan terima kasih dari jemaah haji. TIDAK. Tapi Ia melakukan itu hanya untuk RobbNya.

Banyak pertanyaan untuk diri sendiri. Ya … Allah, Engkau Maha Tahu, setiap detik, detak jantung ini. Untuk apa waktu, harta, tenaga, pikiran dan kesempatan yang Engkau berikan. Beri kami kemampuan dan kesempatan memberdayakan diri untuk memberi sesama, walau hanya dengan sepotong kardus seperti askar itu. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *