Sejarah Di Balik Produk Parfum

Sejarah Di Balik Produk Parfum

Sejarah Di Balik Produk Parfum

Sejarah Di Balik Produk Parfum – Parfum kini sudah menjadi barang yang wajib dimiliki laki-laki maupun perempuan untuk menunjang penampilan. Penampilan yang rapi dan wangi bisa menjadi daya tarik bagi orang lain. Ternyata, parfum ini sudah eksis sejak ribuan tahun lalu.

Sejarah parfum konon dimulai sejak jaman Mesopotamia dan Mesir Kuno, lalu disempurnakan oleh bangsa Romawi dan Persia.

Parfum pertama kali digunakan oleh orang Mesir sebagai bagian dari ritual keagamaan mereka. Dua metode utama yang kiranya digunakan untuk membuat parfum pada saat itu adalah pembakaran dupa dan penerapan balm dan salep.

Pada awalnya, minyak wangi yang dipakai langsung pada kulit ini disimpan dan digunakan khusus pada ritual keagamaan, seperti upacara pembersihan. Dan lalu pada era Kerajaan Baru sekitar tahun 1580 SM, penggunaan parfum lebih diekspansi dan diterapkan pada festival-festival. Perempuan Mesir pada waktu itu juga memakainya sebagai bagian dari peralatan mandi serta kosmetik.

Penggunaan parfum kemudian menyebar ke Yunani, Roma, dan dunia Islam. Menurut masyarakat Yunani kuni, wangi yang keluar dari tubuh bisa menyenangkan dewa-dewa.

Namun, komunitas Islam-lah yang pada waktu itu secara intensif memakai dan menyebarkan minyak wangi ke penjuru dunia. Kejatuhan Kekaisaran Romawi sempat membuat pengaruh parfum berkurang, namun titik balik muncul saat memasuki abad ke-12 dimana perdagangan minyak wangi menjadi aktif kembali.

Brand fashion ataupun kosmetik, biasanya kita hanya mengetahui asal suatu brand tercipta, atau bahkan pencetus dari brand itu tanpa mengetahui cerita di balik produk-produk yang dibuat.

Tapi, kamu pernah nggak sih merasa penasaran dengan cerita di balik terciptanya suatu produk tertentu,? Berikut cerita sejarah masing-masing produk parfum di balik brand ternama ini.

Calvin Klein ck one

Parfum yang diluncurkan pada 1994 ini menghadirkan aroma yang unik, lho. Yup, produk parfum yang satu ini diformulasikan dari wewangian buah nanas, melati dan bunga amber sehingga menciptakan aroma khas seperti celana jeans favorit kita nih, Ladies.

CHANEL N°5

Pada 1921, saat melakukan perjalanan ke Montecarlo, Italia dengan Grand Duke Dmitri Pavlovitch, yang merupakan salah satu anggota kerajaan dari Russia, Coco Chanel, pencetus brand asal Perancis ini bertemu dengan 2 orang teman senimannya. Selama mengobrol dengan kedua temannya itu, tercipta gagasan untuk meluncurkan parfum. Setelah itu, Chanel pun meminta Ernest Beaux, ahli pembuat parfum untuk menciptakan wewangian yang mencerminkan high-fashion dari brand yang dicetuskannya itu.  Maka, terciptalah CHANEL N°5, parfum yang ikonik itu.

DOLCE & GABBANA LIGHT BLUE

Nggak hanya CHANEL, brand fashion ternama yang satu ini juga ikut mengeluarkan produk parfum nih, Ladies.  Produk ini tercipta oleh Olivier Cresp, ahli parfum terkenal dari Perancis. Parfum dengan konsep musim panas di Mediterania ini dibuat untuk menciptakan kesan feminin dan juga mewah dengan wewangian segar dari lemon dan apel.

YVES SAINT LAURENT OPIUM

Setelah meluncurkan couture bernuansa oriental, Yves Saint Laurent pun memimpikan membuat parfum untuk kerajaan khususnya untuk Ratu Cina. Terinspirasi dengan bunga khas yang beraroma kuat dari China, YSL pun kemudian membuat produk parfum yang dinamakan OPIUM ini, Ladies.

Dior Diorissimo

Christian Dior, pencetus brand fashion kenamaan ini sangat menyukai bunga lily yang ada di valley atau lembah nih, Ladies. Bunga inilah yang kemudian menjadi inspirasi baginya untuk membuat parfum yang satu ini. Produk parfum yang tercetus pada 1956 ini memiliki aroma lembut dan juga berani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *