Sari Roti Mengoperasikan 2 Pabrik Baru

Sari Roti Mengoperasikan 2 Pabrik Baru

Sari Roti Mengoperasikan 2 Pabrik Baru

Sari Roti Mengoperasikan 2 Pabrik Baru – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menargetkan bisa menjalankan dua pabrik baru yang berada di Banjarmasin dan Pekanbaru pada paruh kedua tahun depan.

Keinginanya, perseroan sudah bisa memulai pekerjaan konstruksi pembangunan kedua pabrik baru tersebut di dua bulan yang tersisa tahun ini.

“Hari ini kita sudah mulai untuk pengerjaan tanahnya pak, pemadatan tanah dan lain-lain, groundbreaking diharapkan tahun ini,” kata Head Investor & Public Relations PT Nippon Indosari Corporindo Tbk, Hadi Susilo pada acara Paparan Publik PT Nippon Indosari Corporindo Tbk, Kamis

Menurut Hadi, Kalimantan dan Sumatera memiliki potensi yang besar untuk penjualan perseroan karena mempunyai permintaan tinggi.

Pasalnya, penjualan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk di wilayah Timur dan Barat yang didominasi oleh penjualan di Kalimantan dan Sumatera mencangkup pertumbuhan yang cukup tinggi pada beberapa waktu belakangan.

Sepanjang Januari – September tahun lalu, penjualan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk di wilayah timur dan barat menulis sebesar Rp 696 miliar.

Tetapi demikian, angka itu selanjutnya melonjak sekitar 34% menjadi Rp 930 miliar pada periode yang sama tahun ini. Selain itu, kedatangan pabrik baru di Banjarmasin dan Pekanbaru diharapkan semakin mempercepat proses distribusi produk-produk Sari Roti di kedua daerah itu.

Sayangnya, Hadi tidak mau mengatakan berapa kapasitas produksi dari kedua pabrik yang akan dibangun. “Tidak bisa disclose karena termasuk rencana strategis kita,” tutur Hadi.

Hadi tidak menyampaikan secara jelas berapa proyeksi nilai investasi yang diperlukan oleh perseroan untuk membangun kedua pabrik itu. Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa pembangunan kedua pabrik itu akan memanfaatkan sebagian besar anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan yang diperkirakan sebesar Rp 400 miliar.

Asal tahu saja, dana yang perlukan dalam capex bersumber dari sisa dana yang berhasil dikumpulkan oleh perseroan melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right isssue pada November 2017 lalu. Untuk diketahui, sebelumnya, Sari Roti memang berencana menggunakan dana rights issue untuk membangun empat sampai enam pabrik baru.

Dari total dana rights issue sebanyak Rp 1,43 triliun yang terkumpul, perseroan telah menyerap sebanyak Rp 880 miliar per September 2019 untuk keperluan membangun pabrik. Dalam realisasi penggunaan dana rights issue sebesar Rp 880 miliar tersebut, sebanyak Rp 400 miliar di antaranya telah digunakan untuk keperluan pembangunan pabrik di Batam pada tahun 2018.

Sementara itu, sebanyak Rp 460 miliar – Rp 480 miliar sisanya telah digunakan untuk membiayai penyelesaian dua pabrik baru di Gresik dan Balikpapan pada bulan Mei dan Juni 2019 tahun lalu.

Apabila dihitung-hitung, saat ini Sari Roti telah memiliki sebanyak 13 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia dan 1 pabrik di Filipina per September 2019.

Adapun total kapasitas produksi yang dimiliki mencapai 5 juta roti per hari, meningkat sekitar 12% secara tahunan (year-on-year/yoy) pasca beroperasinya pabrik di Gresik dan Balikpapan pada Mei dan Juni 2019 lalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *