Sabun Bayi yang Mengandung Beberapa Bahan

Sabun Bayi yang Mengandung Beberapa Bahan

Bisa Berbahaya, Hindari Pilih Sabun Bayi yang Mengandung Beberapa Bahan Ini

Sabun Bayi yang Mengandung Beberapa Bahan – Bahan yang lembut adalah pilihan terbaik dalam merawat kulit bayi yang masih sensitif dan lembut. Khususnya dalam memilih sabun bayi, ada baiknya Moms hindari sabun yang mengandung bahan kimia dan pilihlah sabun berbahan alami.

Semua sabun untuk bayi lebih baik mengandung beberapa bentuk minyak/lemak. Namun, sabun bayi yang mengandung minyak nabati yang dapat dimakan seperti minyak kelapa, minyak wijen, dan lain-lain juga baik.

Untuk perawatan kulit seperti sabun bayi, kita pasti ingin yang terbaik ya, Bun? Selain mencari produk yang bagus dan berkualitas, paling penting sabun bayi yang digunakan aman untuk kulit si kecil. Bahan kimia yang terkandung dalam sabun bayi bisa mengiritasi kulit. Semakin berbahaya karena kulit bayi dikenal sensitif.

“Banyak produk mengandung zat tambahan yang berpotensi menyebabkan iritasi atau alergen,” kata Altmann, dikutip dari aelminingservices.com.

“Sebagian besar bayi tidak akan memiliki masalah. Namun, beberapa bisa mengalami iritasi kulit, seperti eksem dari paparan bahan-bahan di dalam produk ini,” sambungnya.

Nah, sebelum memilih sabun bayi untuk si kecil, berikut beberapa bahan-bahan yang harus dihindari saat membelinya. Demikian melansir dari berbagai sumber:

1. Parabens

Parabens adalah sekelompok bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dalam produk perawatan kulit. Setiap produk yang mengandung air sebagai bahan dasarnya membutuhkan bahan pengawet untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri.

Paraben memiliki sifat yang meniru estrogen. Pada label, bahan apa pun yang diakhiri dengan tulisan ‘paraben’ adalah bagian dari kelompok bahan kimia yang harus dihindari. Ada juga propylparaben yang diklasifikasi sebagai bahan beracun oleh Environmental Working Group (EWG). Jika paraben meniru estrogen, propylparaben bekerja sebagai pengganggu sistem hormon endokrin.

“Beberapa penelitian menemukan bukti bahwa paraben memiliki potensi untuk mengubah kadar hormon dalam tubuh. Secara teoritis, bisa mengganggu perkembangan,” kata dokter anak Harvey Karp MD.

2. Pewangi atau Parfum (Phthalate)

Phthalate tidak pernah terdaftar pada kemasan apa pun. Mereka ditulis sebagai pewangi atau ‘parfum’ pada label produk. Phthalate digunakan untuk mengikat aroma pada suatu produk.

Jika tidak ada aroma alami pada sabun bayi seperti dari minyak lavender atau shea butter, pembuat produk memerlukan phthalate untuk membuat aroma yang kuat. Menurut berbagai penelitian, bahan ini juga memiliki sifat estrogenik atau beracun yang dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

Pewangi di sabun bayi terkait erat dengan masalah kesehatan, seperti alergi, iritasi kulit, mata, dan paru-paru. Selain itu juga terkait dengan toksisitas sistem organ non-reproduksi.

3. PEG (Polyethylene Glycol)

Hindari produk dengan bahan etoksilasi sintetis termasuk yang dengan nama seperti myreth, oleth, laureth, ceteareth dan yang bertuliskan ‘eth’, serta PEG, polyethylene, polyethylene glikol, polyoxyethylene, atau oxynol.

Dalam pengolahannya, bahan ini diklasifikasikan sebagai karsinogen bagi manusia. Paling baik adalah menjauh dari produk perawatan mandi yang mengandung bahan dasar minyak bumi.

4. Propilen Glikol

Propilen glikol adalah zat yang berasal dari gliserin dan terdapat di pewarna rambut dan deodoran. Propilen glikol sebenarnya telah dinyatakan aman oleh FDA ( Food and Drug Administration) di bahan makanan dan kosmetik. Meski begitu, sebaiknya tidak digunakan bagi produk perawatan kulit bayi.

5. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES)

Bahan ini tak hanya ditemukan di sampo dan sabun bayi, tetapi juga dalam pasta gigi, obat kumur, dan deterjen. Sulfate adalah sumber busa di sampo dan sabun.

SLS dan SLES adalah bahan yang diklasifikasikan sebagai bahan beracun dan berbahaya. Keduanya diketahui sebagai penyebab iritasi di sekitar mata dan kulit.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *