Protokol New Normal Pariwisata

Protokol New Normal Pariwisata

Protokol New Normal Pariwisata

Protokol New Normal Pariwisata, – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan sejumlah protokol aktivitas wisata sebelum sejumlah destinasi dibuka kembali jelang tatanan hidup baru (new normal). Protokol ini mengatur soal standar pelayanan, jam kerja, hingga sertifikasi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, protokol ini penting untuk diterapkan karena pandemi infeksi virus corona atau Covid-19 belum terkendali sepenuhnya. Protokol ini juga diterapkan demi mengaktifkan kembali sektor pariwisata yang merupakan tulang punggung ekonomi Banyuwangi.

“Protokol ini kami sesuaikan dengan melihat bagaimana new normal tourism di Perancis, Belanda, Thailand juga,” ungkap Anas dalam diskusi virtual bertajuk Sukarno Festival. Daftar IDN Poker Pulsa

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi sudah mulai menggelar simulasi penerapan protokol new normal di 10 destinasi wisata yang berada di wilayahnya.

Sejumlah destinasi wisata itu di antaranya Kawah Ijen, Bangsring Underwater, Grand Watu Dodol, Agrowisata Tamansuruh, Taman Gandrung Terakota, Pantai Cacalan, Pantai Pulau Merah, Hutan De Djawatan, Pantai Mustika, hingga Taman Nasional Alas Purwo.

Nantinya, Anas mengatakan, pelaksanaan aktivitas wisata tak lagi berfokus pada akomodasi yang menawarkan pelayanan dan harga terbaik atau termurah. Alih-alih demikian, akomodasi akan fokus pada pelayanan yang lebih bersih, sehat, dan aman.

“Atraksi wisata dari yang ramai, gebyar, dan massal, kini menjadi jaga jarak dan memperhitungkan kapasitas atraksi wisata dengan pembatasan pengunjung,” ucapnya.

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata juga tak hanya perlu unggul dari segi keramahan dan kompetensi, tapi juga mementingkan unsur kesehatan.

“Banyuwangi secara berkala juga akan melakukan rapid test pekerja wisata untuk jualan kesehatan dan keamanan berwisata,” terangnya.

Kemudian, Pemkab Banyuwangi juga berencana memberlakukan pembatasan waktu operasional. Dari semua buka tujuh hari dalam sepekan, menjadi lima hari. Libur selama dua hari bertujuan untuk tetap menjaga kesehatan petugas dan pengunjung, serta kebersihan area wisata.

“Destinasi buka lima hari seminggu, restoran wajib tutup sehari dalam seminggu, dan sebagainya,” tuturnya.

Terakhir, Pemkab Banyuwangi juga akan menggelar sertifikasi tempat wisata yang terverfikasi. Tujuannya, untuk memberikan standar pelayanan berbasis kesehatan.

“Sertifikasi dari yang belum menjadi prioritas, kini wajib diperlukan, sehingga Banyuwangi memulai inisiatif pertama di Indonesia untuk menerapkan stiker atau tanda new normal bagi kafe, resto, dan berlanjut ke hotel, rent car, destinasi, dan sebagainya,” jelasnya.

Diberlakukannya protokol ini diharapkan dapat meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di sektor pariwisata, baik bagi para penyedia jasa, masyarakat, maupun para wisatawan yang berkunjung.

Mulai dari kedatangan di bandara atau tempat kedatangan lain, kemudian pengawasan di pintu masuk utama kawasan wisata, proses penerimaan tamu, pengawasan aktivitas wisatawan, hingga akan disediakan fasiitas kesehatan bagi wisatawan.

Namun, semua itu akan diberlakukan secara perlahan dan akan melalui proses-proses tertentu agar dapat diterima dan diterapkan dengan sebaik mungkin.

Misalnya protokol ini akan dimulai dengan diadakannya simulasi, berlanjut ke tahap sosialisasi, publikasi, hingga akhirnya diujicobakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *