Proses Pembuatan Formalin

Proses Pembuatan Formalin

Proses Pembuatan Formalin

Proses Pembuatan Formalin – Formaldehid adalah bahan yang sering dipakai dalam industri kimia sehingga produksi formaldehid berkembang pesat sejak sekade pertama abad 20. Perkembangan ini salah satunya karena formaldehid bisa dibuat dengan proses yang relatif sederhana dan dengan biaya yang relatif murah.

a. Persiapan bahan baku pembuatan formalin

Metanol cair dengan temperatur ± 30°C dipompa dari metanol tank dan dipanaskan di preheater (MP) hingga temperatur 65°C lalu dimasukkan dalam vaporizer (VP). Di dalam vaporizer terjadi perubahan fase dari cair menjadi gas dengan suhu dalam vaporizer 65–75°C. Metanol gas dari vaporizer dipanaskan lagi dengan super heater (SH) di bagian atas vaporizer sampai suhu 95°C dan langsung dimasukkan ke mix gas (MG).

Udara dihisap melalui air filter (penyaring udara) dengan blower. Setelah dipanaskan dengan pemanas udara sampai suhu ±110°C lalu dimasukkan ke dalam mix gas (MG). Steam masuk melalui steam filter pada suhu 140 oC ke mix gas (MG).

b. Proses Reaksi

Udara, steam dan metanol gas bercampur rata di mix gas pada suhu 140 oC lalu masuk ke reaktor (RE) dengan melewati mix gas filter (MGF) untuk menjaga supaya tidak ada tetes-tetes cairan (kondensat) masuk ke reaktor.

Pada saat start operation, temperatur katalis dinaikkan oleh heater untuk pemanas awal sampai suhu 400–450°C, setelah itu heater dimatikan sampai suhu katalis naik dengan sendirinya sampai suhu operasi yang diinginkan karena adanya reaksi eksoterm. Di dalam reaktor terjadi reaksi pembuatan gas formaldehid dengan bantuan katalis perak pada suhu operasi 650–700°C. Reaksi yang terjadi sebagai berikut:

Reaksi oksidasi metanol
CH3OH + ½ O2 ——–> CH2O + H2O -37 kcal/mol

1.Dehidrogenasi metanol

CH3OH ———> CH2O + H2 +21 kcal/mol

Gas formaldehide yang terbentuk kemudian di-spray dengan larutan crude formalin 44% dengan temperature 80 oC untuk menurunkan suhu gas formaldehid hingga dibawah 250 oC. Spray crude formalin ini juga bisa menyebabkan terjadinya reaksi samping yakni terbentuknya paraform dan asam format (formic acid). Reaksi samping yang terjadi di dalam reaktor yaitu:

Reaksi pembentukan paraform (methylen glycol)
CH2O + H2O ———> HOCH2OH (methylen glycol)

atau polymer dapat ditulis :

n CH2O + H2O ———-> HO(CH2O)n H

2. Reaksi pembentukan asam format (formic acid)

2 CH2O + H2O ———-> HCOOH + CH3OH

(asam format)                       (methanol)

c. Proses Absorbsi

Gas formaldehide dari reaktor (RE) dialirkan ke bagian bawah packed tower . Gas ini dikontakkan dengan larutan formalin 44% suhu 40 oC yang dialirkan dari atas menara dengan bantuan distributor cairan agar larutan formalin yang dipakai  tersebar secara merata didalam packed tower dan membasahi seluruh permukaan raschig ring sehingga penyerapan maksimal.

d. Proses pendinginan

Larutan crude formalin pada control tank (CT) temperaturnya ± 80°C, karena temperaturnya masih relatif tinggi maka didinginkan lagi dengan dilewatkan cooler (CO). Cooler yang digunakan yakni frame and plate dengan temperatur keluar 40°C. Selain itu supaya formalin yang terbentuk sempurna, setelah melewati cooler larutan tersebut masuk ke crude formalin filter (CF) baru masuk ke crude formalin tank . Kadar formalin di crude formalin tank (T-03) sekitar 43-44%.

e.Proses pengenceran

Untuk memperoleh formalin dengan kondisi standar yang dipakai oleh PT. PAI yakni formalin dengan kadar 37,3% maka formalin dari crude formalin tank diencerkan dengan memakai pure water di mixing tank . Setelah terbentuk larutan formalin 37,3% disimpan dalam tangki penyimpanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *