Pizza Hut Anjlok Usai Kabar Bangkrut

Pizza Hut Anjlok Usai Kabar Bangkrut

Pizza Hut Anjlok Usai Kabar Bangkrut

Pizza Hut Anjlok Usai Kabar Bangkrut – NPC International, pemegang waralaba 1.200 gerai Pizza Hut dan nyaris 400 restoran cepat saji Wendy’s di Amerika Serikat, mengajukan pailit. Perusahaan mengaku bisnisnya tertekan pandemi virus corona, sehingga membuat beban utangnya meningkat hampir US$1 miliar.

Belum lagi, kenaikan biaya operasional, biaya tenaga kerja, dan bahan makanan yang harus ditanggung perusahaan. Berdasarkan situs perusahaan, pekerjanya mencapai 40 ribu orang di 27 negara bagian di AS.

Kendati demikian, NPC International mengaku akan tetap beroperasi di tengah pengajuan pailit tersebut.

Melansir RTI Infokom, saham PZZA terjun ke posisi 775 dari posisi buka 800. Pada perdagangan pekan lalu, perusahaan juga mencatatkan penurunan sebesar 12,43 persen.

Pada perdagangan hari ini, investor membukukan transaksi sebesar Rp398,32 juta dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 516 ribu saham. Sementara, harga rata-rata saham, yaitu Rp780 per saham.

Kami mendukung tingkat investasi yang lebih besar untuk NPC, dan memperkuat kesehatan keuangan dan kinerjanya untuk jangka panjang,” tutur juru bicara Pizza Hut. Manajemen Pizza Hut mengatakan mendukung NPC,  termasuk upaya dalam mengurangi beban utangnya.

Pizza Hut, yang dimiliki oleh Yum! Brands, menunjukkan penjualan mulai pulih dari posisi terendah mereka pada Maret lalu. Secara total, ada 7.100 restoran Pizza Hut di Amerika Serikat.

“Kami akan mengevaluasi dan mengoptimalkan portofolio restoran kami, sehingga kami ada di posisi terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” terang CEO NPC divisi Pizza Hut Jon Weber.

Sejak perdagangan awal tahun, PZZA terpantau bergerak fluktuatif dari posisi terbaik tahun ini di level 1.170 dan sempat anjlok ke level terburuk di 498.

Selama pandemi virus corona atau tiga bulan belakangan, investor asing ramai-ramai angkat kaki dari perusahaan makanan siap saji tersebut. Dana sebesar Rp7,85 miliar tercatat minggat dari perseroan.

Sebelumnya, NPC International mengaku alasan pengajuan pailit perusahaan disebabkan oleh pandemi virus corona yang membuat beban utangnya meningkat hampir US$1 miliar.

Belum lagi, kenaikan biaya operasional, biaya tenaga kerja, dan bahan makanan yang harus ditanggung perusahaan. Berdasarkan situs perusahaan, pekerjanya mencapai 40 ribu orang di 27 negara bagian di AS.

Kendati demikian, NPC International mengaku akan tetap beroperasi di tengah pengajuan pailit tersebut.

“Kami mendukung tingkat investasi yang lebih besar untuk NPC, dan memperkuat kesehatan keuangan dan kinerjanya untuk jangka panjang,” tutur juru bicara Pizza Hut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *