Perusahaan AS Mulai PHK Karyawan

Perusahaan AS Mulai PHK Karyawan

Perusahaan AS Mulai PHK Karyawan

Perusahaan AS Mulai PHK Karyawan – Pandemi virus corona masih ‘menyerang’ nadi ekonomi negara-negara di dunia. Tak terkecuali negara adi daya Amerika Serikat, yang tercermin dari banyaknya perusahaan kakap yang mengalami pukulan keras dan mengakibatkan PHK besar-besaran.

Berikut daftar perusahaan AS yang sudah mengumumkan PHK besar-besaran:

HSBC

Raksasa perbankan yang berbasis di London, Inggris, melanjutkan rencana untuk memotong 35.000 pekerjaan atau sekitar 15 persen dari tenaga kerja globalnya. Menurut manajemen, pandemi corona telah membuat perusahaan paceklik.

Krisis covid-19 telah melumpuhkan bank. Keuntungan HSBC anjlok 48 persen menjadi US$3,2 miliar pada kuartal pertama 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.

24 Hour Fitness

Jaringan gym kelas menengah ini telah mengajukan permohonan pailit atau kebangkrutan. CEO 24 Hour Fitness Tony Ueber mengungkap penyebab kebangkrutan secara eksplisit karena penutupan sementara gym.

“Jika bukan karena covid-19 dan efeknya yang menghancurkan, kami tidak akan mengajukan kebangkrutan. Kami berharap memiliki pembiayaan besar dengan jalan untuk merestrukturisasi neraca keuangan dan operasi kami untuk memastikan masa depan yang tangguh,” ungkapnya dikutip Senin.

Perusahaan secara permanen menutup lebih dari 100 pusat kebugaran di seluruh AS. Hingga saat ini, jumlah pekerja yang di PHK belum pasti.

Demikian juga, pemilik New York Sports Club dan sejumlah gym lain yang sebagian besar terletak di Pantai Timur AS. Mereka mengungkapkan telah mem-PHK 7.000 orang tenaga kerjanya karena penutupan gym sementara.

AT&T

Perusahaan telekomunikasi AT&T menutup 250 toko dan memangkas ribuan karyawan. Serikat pekerja mengatakan perusahaan akan melakukan PHK kepada 3.400 teknisi dan staf administrasi, serta 1.300 pekerja tambahan di AT&T Mobility dan toko Cricket Wireless.

Perusahaan memiliki 244.000 karyawan per 31 Maret. Jadi, pengurangan 4.700 jumlah karyawan akan mencapai 2 persen dari total staf globalnya. Namun, AT&T tidak mengonfirmasi angka pengurangan jumlah karyawan.

Hilton

Hilton Hotels mengatakan akan memberhentikan 2.100 karyawan atau sekitar 22 persen dari tenaga kerja korporatnya. Pemecatan ini dilakukan karena efek dari virus corona terus menekan permintaan untuk liburan dan perjalanan perusahaan.

“Tidak pernah dalam sejarah 101 tahun Hilton menghadapi krisis global yang membuat perjalanan macet,” kata CEO Christopher Nassetta dalam siaran pers.

Covid-19 menghancurkan industri pariwisata global, mengakibatkan penutupan hotel sementara, pembatasan perbatasan, dan pengurangan penerbangan. Jaringan hotel besar menjadi korban terbesar, termasuk rival Hilton yakni Marriott dan Hyatt.

Kedua perusahaan tersebut mengumumkan cuti tanpa tanggungan dan PHK dalam beberapa bulan terakhir.
Pandemi COVID-19 tak hanya menyerang pengusaha kecil saja. Perusahaan besar juga pontang-panting menghadapi serangan virus corona yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya.

Mereka kesulitan bertahan dalam kondisi sulit seperti saat ini. Tak heran, banyak perusahaan yang dikabarkan memilih Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau merumahkan para pekerjanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *