Persyaratan & Harga Tiket Lion Air

Persyaratan & Harga Tiket Lion Air

Persyaratan & Harga Tiket Lion Air

Persyaratan & Harga Tiket Lion Air – Lion AirGroup membantah pihaknya bekerja sama dengan pihak luar atau pihak ketiga dalam menetapkan tarif atau harga jual tiket pesawat, khususnya kelas ekonomi rute domestik.

“Dalam penentuan harga jual tiket pesawat udara kelas ekonomi dalam negeri, Lion Air Group tidak pernah bekerjasama dan menentukan dengan pihak lain (di luar perusahaan),” ucap Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro seperti dikutip dari rilis resmi pada Rabu, (24/6).

Danang menyatakan bahwa tarif batas yang ditentukan Lion Air, Wings Air, dan Batik Air sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Juga Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terbaru, mengenai persyaratan wajib penumpang pada perjalanan udara Lion Air Group.

Telah diterbitkan dan diedarkan Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2020. Tentang perubahan atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan. Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Surat itu mengatur kembali syarat yang harus dipenuhi oleh setiap calon penumpang bila akan melakukan bepergian dengan menggunakan pesawat udara, dimana lebih sederhana. Menurut surat edaran dimaksud, calon penumpang hanya membutuhkan bukti tes kesehatan seperti Rapid Test, PCR Test dan atau surat keterangan kesehatan.

Harga Tiket

Menurutnya, formulasi penghitungan yang digunakan sesuai dengan keterjangkauan kemampuan calon penumpang membayar berdasarkan kategori layanan maskapai.

“Lion Air Group telah menghitung dan memberlakukan harga jual tiket berdasarkan kategori layanan sebagaimana Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri,” papar Danang.

Lebih rinci, Danang menjelaskan bahwa ada lima komponen yang digunakan pihaknya dalam memformulasikan harga jual tiket baik untuk rute sekali jalan (one way) mau pun penerbangan langsung (non-stop).

Pertama, yaitu tarif angkutan udara atau fluktuasi dalam koridor tarif batas atas dan bawah.

Kedua, pajak yakni biaya pajak yang dikenakan sebesar 10 persen dari tarif yang ditentukan.

Ketiga, iuran wajib asuransi atau iuran wajib jasa raharja. Keempat, Passenger Service Charge (PSC) atau atau pajak bandara yang besarannya mengikuti bandar udara terkait.

Diketahui, PSC termasuk ke dalam komponen harga tiket sehingga tarif PSC akan mempengaruhi pada harga tiket. Kelima, biaya tambahan (subcharge) jika ada.
“Lion Air Group menerapkan harga jual tiket pesawat udara penumpang berada antara tarif batas atas dan tarif batas bawah (sesuai koridor ketentuan),” jelas Danang.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Lion Air sejalan dengan keputusan KPPU yang menyatakan tujuh maskapai terbukti melanggar Pasal 5 UU Nomor 5 Tahun 1999. Pasal itu berbunyi: “(1) Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *