Pendapatan Transportasi Umum Anjlok

Pendapatan Transportasi Umum Anjlok

Pendapatan Transportasi Umum Anjlok

Pendapatan Transportasi Umum Anjlok, – Pendapatan PT Pelni(Persero) anjlok akibat penurunan jumlah penumpang sepanjang pandemi virus corona. Pada April lalu, Pelni mencatatkan hanya ada 523 orang saja yang diangkut perseroan, berbanding jauh dengan jumlah penumpang biasanya yang mencapai 200 ribu penumpang.

Direktur Utama Pelni Insan Purwarisya menyebut hal serupa juga terjadi pada Mei 2020, perusahaan hanya menyeberangkan 700 penumpang sementara setidaknya ada 90 ribu tiket yang dijual Pelni pada Mei biasanya.

“Biasanya, mendekati Lebaran itu peak season April dan Mei. April dari kapasitas 200 ribuan, kami mengangkut 523 orang saja April ini. Mei biasanya mengangkut 90 ribu orang tahun ini hanya angkut 700 orang,” ucapnya lewat video conference pada Jumat

Nasib serupa juga terjadi pada transportasi massal MRT yang mengalami penurunan drastis selama 3 bulan pertama saat virus corona masuk RI. Direktur Utama MRT William Sabandar menyebut terjadi penurunan drastis, tersisa 3 persen penumpang saja yang menggunakan jasa MRT dibanding jumlah penumpang pada saat normal.

“Penumpang kami turun. Kalau Garuda sisa 10 persen, MRT jadi 3 persen, bisa dibayangkan 3 bulan pertama Maret, April, Juni,” ucapnya.

Namun, ia melihat ada kenaikan sepanjang Juni, meski belum memiliki data pastinya namun ia menyebut kenaikan berkisar antara 17 hingga 18 persen. Ia memprediksi angka akan terus naik seiring dengan semakin banyak masyarakat yang kerja di kantor selama tatanan normal baru.

“Bulan depan (Juli) kami berharap masuk 30 persen tapi enggak akan 100 persen karena akan ada sosial distancing. Maksimal 60 persen,” imbuhnya.

Insan menyebut selain kekhawatiran penumpang akan transmisi virus corona di dalam kapal, syarat wajib rapid tes atau pun swab PCR menjadi alasan utama masyarakat mengurungkan niatnya menggunakan jasa Pelni.

Ia menilai, harga tes kesehatan senilai Rp200 ribu hingga Rp2,5 juta tak sebanding dengan harga tiket yang dibanderol seharga Rp25 ribu per tiket. Katanya untuk menutupi pendapatan dari penjualan tiket penumpang, Pelni akan berfokus pada bisnis pengangkutan barang antar pulau.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mencatat  pendapatan dunia usaha di sektor transportasi anjlok 25 persen-50 persen sejak virus corona menyebar di tanah air belakangan ini.  Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan semua sektor usaha transportasi untuk mengetahui lebih jauh penurunan pendapatan tersebut.

Dari hasil koordinasi tersebut ia mendapatkan laporan bahwa moda transportasi darat terdampak besar akibat wabah tersebut. Dampak terjadi karena pemerintah menerapkan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah demi menekan penyebaran virus tersebut.

Carmelita mengatakan jika kondisi tidak membaik, penurunan omzet bisa terus berlanjut. Ia bahkan mengatakan penurunan omzet bisa lebih parah pada enam bulan ke depan seiring perpanjangan masa darurat pandemi COVID-19 hingga Mei 2020.

Ia mengatakan agar dampak tersebut bisa berkarang, pelaku usaha sektor perhubungan berharap pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi untuk mereka. Stimulus yang diharapkan bisa berbentuk pembebasan atas kewajiban pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *