Pemerintah Genjot Riset 12 Produk Ini

Pemerintah Genjot Riset 12 Produk Ini

Pemerintah Genjot Riset 12 Produk Ini

Pemerintah Genjot Riset 12 Produk Ini – Indonesia harus mengurangi ketergantungan produk impor di tengah ketidakpastian ekonomi sehingga pemerintah mendorong produksi dalam negeri. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan sejumlah riset produk tengah dilakukan dalam rangka produksi tersebut.

“Targetnya pada 2024 ada 49 output produk (hasil riset). Ada 12 di antaranya urgent karena harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat hari ini sampai lima tahun ke depan,” kata Bambang dalam konferensi pers virtual, Jumat.

Bambang mengatakan pemerintah mendanai 305 riset yang lolos seleksi sebagai Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024. Total pendanaan sebesar Rp242.871.043.696.

Pada 16 Juli 2020 pada tahap I, dana riset untuk 21 riset dari 305 riset tersebut disalurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Pendanaan yang dikucurkan sebesar Rp14.304.043.796 untuk 13 lembaga.

1. Harga BBM berpotensi melonjak saat ekonomi global pulih

Bambang menyebut, ke-12 produk yang mendesak diproduksi di antaranya bahan bakar nabati (green fuel), drone atau Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) kombatan, garam industri, pangan termasuk padi dan jagung, obat modern asli Indonesia (OMAI) dan stem cell, baterai lithium untuk kendaraan listrik, satelit, kapal datar, dan pesawat N219 amfibi.

“Kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM yang harganya naik turun. Hari ini mungkin harganya sangat rendah, tetapi kita tidak tahu nantinya pandemik sudah berakhir, kondisi ekonomi global sudah kembali normal, harga minyak bisa melonjak tinggi dan akhirnya menimbulkan tekanan pada neraca perdagangan maupun pada neraca transaksi berjalan kita,” ungkapnya.

2. Garam industri lokal juga perlu digenjot

Bambang menyebut, produk lain yang tak kalah penting untuk digenjot adalah garam industri. Menurut dia, kebutuhan garam industri saat ini masih didominasi dari impor.

“Dalam skema ini kita mengutamakan penggunaan garam rakyat untuk menggantikan peran garam impor tersebut,” ungkap Bambang.

3. Drone PUNA MALE dapat mengurangi impor alutista

Contoh lain adalah drone PUNA MALE, produk pertama Indonesia untuk tujuan keperluan militer. Menurut Bambang, hal itu penting tidak hanya untuk mengurangi impor alutista.

“Ini juga untuk menjaga wilaya nusantara dan sebagai bentuk ketahanan nasional,” kata dia.

Comments are closed.