Pegawai Bea Cukai Terlibat Narkoba

Pegawai Bea Cukai Terlibat Narkoba

Pegawai Bea Cukai Terlibat Narkoba

Pegawai Bea Cukai Terlibat Narkoba – Polres Metro Jakarta Pusat meringkus 11 orang terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba pada Minggu lalu. Dari 11 orang itu, satu di antaranya diketahui merupakan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berinisial A.

“Iya salah satunya inisial A, pegawai Bea Cukai,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita barang bukti 20 butir pil ekstasi. Saat ini, barang bukti tersebut masih didalami oleh kepolisian.

“Ada barang bukti yang ditemukan di situ, ekstasi 20 butir,” ujar Yusri.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tengah memproses pencopotan seorang pejabatnya berinisial AP karena diduga terkait kasus narkoba. AP sendiri satu dari 11 orang yang diamankan pihak berwajib di wilayah Kepulauan Seribu terkait dugaan penyalahgunaan narkoba pada 21 Juni lalu.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Syarif Hidayat membenarkan saat ini Bea Cukai tengah memproses pencopotan yang bersangkutan untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan yang tengah dilakukan pihak kepolisian.

Ia menyatakan, meskipun pihaknya menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah namun untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan tersebut. Saat ini Bea Cukai tengah memproses pencopotan jabatan AP sebagai Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tanjung Priok.

Yusri mengatakan, 11 orang yang diamankan tersebut telah menjalani tes urine. Dari tes urine tersebut, 11 orang dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba.

“Setelah pengecekan urine ke-11 orang tersebut, (hasilnya) negatif,” ucapnya.

Meski hasil tes urine negatif, kata Yusri, polisi masih terus melakukan pendalaman kasus. Sebab, barang bukti yang ditemukan mencapai 20 butir ekstasi. “Masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Syarif menambahkan bahwa Bea Cukai di bawah Kementerian Keuangan menerapkan zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkoba. Bea Cukai juga akan mengambil langkah kooperatif dalam mendukung pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Kementerian Keuangan dan Bea Cukai secara tegas menerapkan zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkoba. Kami juga akan mengambil langkah kooperatif dalam pemeriksaan ini,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat.

Untuk diketahui, informasi mengenai pengungkapan kasus narkoba tersebut awalnya disampaikan Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry. Politikus PDIP ini mendorong polisi mengungkap tuntas kasus ini.

“Saya dapat kabar penangkapan dua pejabat di Ditjen Bea-Cukai. Polisi harus memastikan memproses yang bersangkutan secara objektif dan profesional. Sebab, narkoba merupakan musuh terbesar bangsa. Apalagi, pelakunya diduga merupakan aparat sipil negara,” kata Herman dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa ada pegawai Direktorat JenderalBea dan Cukai yang ditangkap terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Informasi didapat, pegawai Ditjen Bea dan Cukai yang ditangkap dua orang.

Saat dikonfirmasi, Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa hanya mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Iya sekarang masih kita dalami kasusnya,” kata Mukti saat dikonfirmasi, Selasa.

Herman mendorong Polda Metro Jaya segera memproses kasus tindak kejahatan narkoba yang melibatkan pegawai Bea-Cukai itu. Menurutnya, setiap orang harus sama di hadapan hukum.

“Saya mendorong jajaran Polda Metro Jaya untuk menindak kasus ini sesuai peraturan perundang-undangan yang ada,” kata Herman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *