Pasar di Pondok Labu Ditutup 3 Hari

Pasar di Pondok Labu Ditutup 3 Hari

Pasar di Pondok Labu Ditutup 3 Hari

Pasar di Pondok Labu Ditutup 3 Hari – Pemprov DKI Jakarta telah membuka pasar non pangan hari ini. Pasar dibuka harus dengan protokol kesehatan ketat.

Namun protokol kesehatan masih sangat minim dilakukan di salah satu pasar di Jakarta Selatan, tepatnya di Pasar Pondok Labu.

Dimulai dari pintu masuk, tak ada pengecekan suhu badan yang dilakukan, petugas pun tak ada yang menjaga pintu masuk pasar. Pengunjung juga tak diminta melakukan cuci tangan ataupun menggunakan masker, alat cuci tangan pun tak disediakan.

“Wah kita nggak paham deh, belum dijagain kali ya di depan sama pengurus. Pagi gini juga kan masih sepi kali, kita juga baru pada buka,” ujar Ismi salah satu pedagang ditemui di kiosnya.

Masuk ke dalam pasar, pengelola sendiri sudah membuatkan tanda jaga jarak di lantai. Jarak antar orang diatur sekitar 1 meter.

Kemudian, tak semua pedagang mengenakan masker saat menjajakan dagangannya. Beberapa kios yang sudah dibuka masih ditemui beberapa pedagang yang tidak memakai masker. Beberapa lainnya mengenakan masker namun hanya menggantung di lehernya saja.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menutup sementara Pasar Becek Pondok Labu, Jakarta Selatan, mulai Sabtu (27/6) hingga Senin (30/6) setelah satu pedagang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19). Di pasar itu akan dilakukan penyemprotan disinfektan.

Pedagang terkonfirmasi positif Covid-19 diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan massal di Puskesmas Cilandak.

“Ditutup mulai hari ini hingga tiga hari ke depan, pasar dibuka kembali tanggal 1 Juli,” kata Camat Cilandak Mundari dikutip Antara, Sabtu.

Mundari mengatakan saat ini pedagang tersebut belum mengetahui bahwa dirinya terkonfirmasi positif corona. Pihak Kecamatan Cilandak masih melacak keberadaan pedagang tersebut.

“Kami sedang coba menghubungi, tadi telepon genggamnya mati. Mudah-mudahan hari ini sudah dikabari,” ujar Mundari.

Penyemprotan disinfektan akan dilakukan oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan. Hal itu untuk memastikan pasar tersebut bebas dari virus.

“Nanti sterilisasi pasar dilakukan penyemprotan disinfektan oleh PMI maupun damkar,” kata Mundari.

Beberapa kios nampak sudah menyiapkan alat cuci tangan. Namun, kebanyakan kios-kios tidak memberikan alat cuci tangan bagi pengunjung.

“Engap saya kalau harus dipakai terus, nanti kalau ramai baru pakai. Kalau cuci tangan modal lagi kita nyiapin ini aja baru jualan, entar kita usahain deh siapin cuci tangan,” ujar Ismi.

Bawa Tas Belanja ke Pasar

Anggota Junior Doktor Network (JDN) Sarah Syma mengatakan pasar sebenarnya bisa menjadi tempat yang aman jika pedagang, pembeli hingga pengunjung pasar bisa menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik.

Sarah mencontohkan, setiap pembeli seharusnya memiliki kesadaran untuk membawa kantong belanjaan pribadi yang juga telah diisi dengan berbagai persiapan lainnya.

“Contoh membawa tas belanjaan, dan yang penting sebelum ke pasar pastikan badan sehat,” kata Sarah saat talkshow di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu.

Dia juga menyarankan agar masyarakat yang hendak ke pasar membawa catatan khusus terkait daftar belanjaan yang telah disiapkan dari rumah.

Hal ini untuk memastikan semua bahan terbeli tanpa harus mengingat-ingat lagi kebutuhan apa saja yang harus dibeli saat tiba di pasar. Metode ini diperlukan agar warga tak terlalu lama saat berada di pasar.

“Harus pakai rencana kalau mau ke pasar. Catatan barang yang ingin dibeli di pasar. Ini mempersingkat waktu agar tak berlama-lama di pasar,” kata dia.

Selain tas belanja dan catatan belanja, Sarah juga mengingatkan agar orang tetap memakai masker saat di pasar dan rajin mencuci tangan serta membawa hand sanitizer.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPI) Abdullah Mansuri mengatakan pihaknya juga telah menyediakan wastafel untuk mencuci tangan yang disertai sabun demi menjaga kesehatan para pedagang dan pembeli di pasar.

Hanya saja dia mengimbau kepada para pengurus pasar agar menyediakan sabun dengan benar.

“Sabun jangan yang sabun dicampur air. Enggak berfungsi dengan baik,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *