Pariwisata RI Butuh Waktu Lama ‘Sembuh’ dari Corona

Pariwisata RI Butuh Waktu Lama ‘Sembuh’ dari Corona

Pariwisata RI Butuh Waktu Lama ‘Sembuh’ dari Corona

Pariwisata RI Butuh Waktu Lama ‘Sembuh’ dari Corona – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sektor pariwisata membutuhkan waktu lama untuk sembuh atau recovery dari dampak pandemi Corona yang terjadi sejak Maret 2020. Sampai sekarang jumlah wisatawan mancanegara (wisman) atau turis yang berkunjung ke Indonesia masih rendah.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 165 ribu Agustus 2020. Angka tersebut naik 4,45% dari bulan sebelumnya.

“Tapi kalau secara year-on-year (YoY) turun sangat dalam ini, sebesar 89,22%,” kata Suhariyanto kepada https://aelminingservices.com/ dalam video conference, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Dengan data tersebut, Suhariyanto mengatakan pergerakan jumlah turis yang berkunjung ke Indonesia flat sejak April 2020. “Ini mengindikasikan recovery wisman butuh waktu lama dan bergantung pada penanganan kesehatan Indonesia dan  negara lain,” jelasnya.Ia menjelaskan, dari jumlah 165 ribu kunjungan, sebanyak 107,6 ribu atau 65% lewat jalur darat. Sementara 51,7 ribu atau 31% lewat jalur laut, dan sisanya 5,6 ribu atau 4% lewat jalur udara. Melansir dari https://dotdotdot.me/

Melihat lebih rinci lagi, gerbang utama jalur udara seperti  Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menurun 98,22% secara YoY, namun meningkat 43,28% dari bulan sebelumnya. Begitu juga Bandara Sam Ratulangi yang turun 93,56% secara YoY, dan meningkat 31,60% dari bulan sebelumnya. Sedangkan Bandara Kualanamu baik secara YoY maupun bulanan mengalami penurunan.

Keadaan pariwisata RI pasca Corona

“Wisman lewat laut masih sama, turun tajam sekali, 99% Batam, Tanjung Benoa dan Tanjung Balai Karimun sampai 100%, begitu juga yang lewat darat,” katanya.
Berdasarkan kebangsaannya, turis asal Timor Leste tercatat paling banyak berkunjung ke Indonesia yaitu 54,2%, susul dari Malaysia sebesar 35,3%. Sementara asal China hanya 2,2% dan negara lainnya sebesar 8,3%.

“Kalau kumulatifkan dari Januari sampai Agustus, jumlah wisman 3,4 juta orang dan kalau dari periode sama tahun lalu sebesar 10,7 juta orang, ada penurunan sebesar 68,17%. maka kembali untuk pariwisata butuh recovery panjang,” ungkapnya.
Tingkat Penghunian Kamar Hotel dan Transportasi

Dari sebanyak 165 ribu wisman yang berkunjung ke Indonesia berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang. Hingga Agustus 2020, TPK berada level 32,92 atau naik 3,86 poin dari bulan sebelumnya. Namun, tetap menurun 21,21 poin jika dari periode yang sama tahun 2019.

Sementara perkembangan transportasi, sektor udara tercatat 1,99 juta penumpang domestik per Agustus tahun ini. Angka itu naik 36,23%  dari bulan lalu bulan sebelumnya dan turun 70,43% secara tahunan. Sementara penumpang internasional tercatat sebanyak 0,03 juta orang atau naik 21,01% secara bulanan dan turun 98,14% secara tahunan.

Comments are closed.