Parfum Berpengaruh Untuk “Mood”

Parfum Berpengaruh Untuk “Mood”

Parfum Berpengaruh Untuk “Mood”

Parfum Berpengaruh Untuk “Mood”Tahukah Anda, jenis parfum yang dipakai seseorang bisa mengubah mood? Aroma Parfum tidak hanya bisa membantu membuat seseorang menjadi harum, tetapi juga bisa berfungsi sebagai alat menggoda atau membuat diri merasa lebih tenang.

Pendapat di atas dikemukakan oleh Will Andrews, kepala peneliti laboratorium wewangian di Procter & Gamble (pembuat parfum Hugo Boss, Dolce & Gabbana, Gucci, dan sebagainya), Kamis.

Menurut pernyataan Andrews, aroma memicu emosi dan rasa yang kuat. Sebab, area olfaktori, di pangkal hidung, saat mencium aroma tertentu akan terhubung dengan sistem llimbik, area pada otak yang terasosiasi dengan emosi, sikap, dan motivasi. Daftar IDN Poker Pulsa im3

“Sebelum sinyal pada hidung bisa diproses oleh bagian rasional pada otak, manusia akan merespons dengan hal-hal yang sifatnya primitif dulu terhadap aroma yang dihirup,” kata Andrews.

Manusia belajar merespons aroma-aroma tertentu, seperti mencari benda yang terbakar ketika mencium sesuatu yang gosong, mengantisipasi cuaca dingin ketika mencium aroma rumput atau tanah basah. Seiring hidupnya, manusia secara tidak sadar membangun “perpustakaan” aroma dan hubungannya dengan emosi tertentu.

Ketika Anda meminta sekelompok perempuan mengendus aroma parfum lelaki tertentu, maka reaksinya bisa berbeda-beda, tergantung pengalaman mereka terhadap aroma yang bisa saja pernah dipakai ayah, mantan kekasih, adik laki-laki, dan sebagainya.

Berikut ini beberapa aroma yang umumnya bisa mengubah mood seseorang menurut pakar parfum Lawrence Roullier White:

Vanilla

Aroma ini memberi kesan manis dan memicu perasaan bahagia di masa kecil. Sebab, kebanyakan aroma makanan manis, seperti es krim, biskuit, dan cake menggunakan vanila.

Sebagian pakar aroma bahkan berpikir, ini adalah aroma paling mirip dengan aroma air susu ibu. Sehingga vanilin, kandungan dalam vanila, kerap dikaitkan dengan aroma yang menenangkan serta menurunkan degup jantung.

Bunga putih

Menurut Profesor Tim Jacobs, pakar wewangian dari Cardiff University School of Biosciences, Amerika Serikat, aroma bunga putih, seperti tuberose, mengandung molekul yang bernama indoles. Molekul ini juga ditemukan pada feromon hewan.

Ketika manusia menghirup aroma mengandung indole ini, pikiran rasional manusia akan mengingat bunga, namun bagian primitif otak akan mengenali aromanya sebagai ketertarikan, menghubungkannya dengan rangsangan seksual serta aktivitas. Salah satu parfum yang menggunakan aroma ini adalah Truth or Dare dari Madonna.

Sitrus

Aroma sitrus kerap diasosiasikan dengan kesegaran. Sehingga aroma ini kerap digunakan untuk yang ingin merasa lebih semangat dan energik. Salah satu parfum yang menggunakan aroma ini adalah L’Escale a Portofino dari Christian Dior.

Lavender atau Mawar

Bunga lavender mengandung linalool yang diketahui memiliki manfaat untuk memberi relaksasi. Aroma mawar juga memberi rasa tenang pada sistem saraf, menurunkan tingkat kecepatan nafas, serta tekanan darah. Untuk aroma mawar yang paling terkenal adalah Chanel No 5.

Rosemary atau Peppermint

Rosemary mengandung thymol, yakni stimulan. Peppermint sejak lama diketahui mampu meningkatkan performa fisik seseorang. Untuk meningkatkan perasaan lebih bersemangat dalam aktivitas, coba gunakan aroma ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *