Pabrik Aqua di Sukabumi Terpaksa Ditutup

Pabrik Aqua di Sukabumi Terpaksa Ditutup

Pabrik Aqua di Sukabumi Terpaksa Ditutup

Pabrik Aqua di Sukabumi Terpaksa Ditutup, – Wilayah utara Kabupaten Sukabumi berduka. Sejumlah kecamatan diterjang banjir bandang, 2 warga dilaporkan hilang dan puluhan rumah rusak, termasuk pabrik air minum dalam kemasan Aqua yang berada di Desa Mekarsasi Kecamatan Cicurug operasionalnya dihentikan sementara karena terendam banjir.

Video pabrik aqua terendam banjir pun viral. Dalam video tersebut terlihat air merendam lokasi di dalam pabrik, khususnya tempat pengisian air dalam kemasan galon.

Operasional pabrik perusahaan air mineral PT Aqua Golden Mississippi yang berlokasi di Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, dihentikan sementara waktu karena terimbas banjir akibat meluapnya Sungai Citarik-Cipeuncit pada Senin malam.

“Banjir yang masuk ke pabrik tingginya 30 sentimeter,” kata Direktur Corporate Communications Danone Indonesia, Arif Mujahidin saat dikonfirmasi IDN Poker 88 Asia, Selasa.

“Informasi yang kami terima, pabrik Aqua sempat terendam dan operasional dihentikan sementara,” jelas Kepala Desa Mekarsari Iwan Bakar, Senin malam.

Menurut Iwan banjir, di pabrik Aqua juga terjadi Senin petang setelah kawasa utara Kabupaten Sukabumi diguyur hujan deras selama beberapa jam. Sementara data P2BK Cicurug, selain pabik Aqua banjir juga merendam pemukiman di Kampung Nyangkowek dan Kampung Lio Desa Mekarsari.

Alasan Aqua menghentikan sementara operasional

Dia menyatakan, penghentian operasional sementara waktu ini, dilakukan demi keamanan dan keselamatan karyawan.

“Keselamatan karyawan dan keamanan pangan dari produk adalah prioritas utama kami,” ujarnya.

Menurutnya akibat kejadian ini, seluruh karyawan dalam keadaan aman alias tidak ada korban jiwa.

Masih menunggu proses sterilisasi

Dia belum dapat memastikan kapan pabrik akan kembali dibuka untuk menjalankan operasional. Menurutnya perusahaan akan melakukan sterilisasi lokasi kejadian terlebih dahulu dengan cara melakukan pembersihan secara bertahap.

“Hingga nanti proses sterilisasi selesai dilakukan (baru kembali akan dibuka),” tuturnya.

Perusahaan tak ingin membeberkan berapa kerugian akibat kejadian ini

Saat ditanya berapa proyeksi kerugian karena hal ini, dia tak menjawab secara gamblang. Menurut dia berapa pun kerugiannya, perusahaan bersyukur seluruh karyawan dalam keadaan aman.

“Dan fokus kami saat ini adalah membantu secara gotong royong masyarakat yang terdampak akibat bencana alam banjir bandang ini,” ujarnya.

Comments are closed.