Konsumsi BBM Pertamina Meningkat

Konsumsi BBM Pertamina Meningkat

Konsumsi BBM Pertamina Meningkat

Konsumsi BBM Pertamina Meningkat – Beberapa wilayah di Indonesia mulai memasuki masa transisi menuju new normal atau kenormalan baru. Saat aktivitas masyarakat kembali dibuka, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) disebut meningkat.

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus melaporkan adanya kenaikan konsumsi BBM. Menurut Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, konsumsi BBM pada sepuluh hari PSBB Transisi menunjukkan tren naik di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo).

Rata-rata harian konsumsi BBM jenis gasoline (bensin) di wilayah Surabaya Raya sampai dengan Sabtu, 20 Juni 2020, meningkat 19 persen dibandingkan rata-rata konsumsi selama masa PSBB. Konsumsi tercatat 2.500 kiloliter (kl) per hari dibandingkan bulan lalu 2.100 kl per hari.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan konsumsi BBM jenis gasoline maupun gasoil mengalami peningkatan setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dihentikan.

Sejak 8 Juni lalu ketika transisi new normal mulai diberlakukan, tercatat konsumsi BBM Pertamina mulai merangkak naik menjadi rata-rata 114 ribu KL per hari. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 10 persen jika dibandingkan pada masa pemberlakuan PSBB.

“Hal ini sebagai indikasi sebagian masyarakat sudah kembali beraktivitas di luar rumah,” ujar Rustam melalui keterangan tertulisnya.

Begitu juga konsumsi BBM jenis gasoil atau diesel seperti Biosolar dan Dex Series. Menurutnya, konsumsi BBM jenis diesel di wilayah itu meningkat 36 persen.

“Jika selama PSBB, konsumsi BBM secara umum mengalami penurunan sekitar 26 persen, saat ini penurunannya berkurang menjadi sekitar 16 persen dibanding rerata konsumsi normal,” kata Fajriyah.

Jumlah konsumsi pada sepuluh hari terakhir sebanyak 1.300 kl per hari, dibandingkan rata-rata konsumsi masa PSBB sebesar 960 kl per hari.

Rustam mengimbau, masyarakat tak perlu khawatir akan ketersediaan BBM menyambut kenormalan baru.

“Tetap membeli BBM dalam jumlah yang wajar dan sesuai dengan peruntukkannya, dan mulai beralih ke bahan bakar yang lebih berkualitas dan lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Meski begitu, konsumsi BBM ini masih di bawah rata-rata normal pemakaian seperti yang biasa terjadi pada masa sebelum pandemi Covid-19. Misalnya, rata-rata normal seperti konsumsi BBM pada Januari-Februari 2020 tercatat 135 ribu KL per hari

Lebih lanjut Fajriyah menjelaskan jelang semester kedua 2020 di masa kebijakan transisi menuju new normal ini konsumsi gasoline tercatat menyentuh angka 78,82 ribu KL, sementara untuk konsumsi gasoil mencapai 34,99 ribu KL.

Fajriah juga mengatakan meski masa pandemi Covid-19 belum berakhir pihaknya tetap mendistribusikan BBM ke seluruh pelosok Indonesia. Oleh karena itu, seluruh SPBU yang ada beroperasi penuh melayani konsumen, meski di masa PSBB kemarin.

“Seluruh SPBU tetap beroperasi melayani konsumen baik pada masa PSBB, new normal maupun normal. Selain itu, program promosi cashback dan Berbagi Berkah My Pertamina juga tetap berlanjut sebagai stimulus bagi konsumen,” kata dia.

Dia mengatakan meski saat ini pemulihan ekonomi di sejumlah tempat belum dilakukan secara merata, namun pihaknya terus melakukan pemantauan dan berusaha untuk tetap berkontribusi memenuhi pasokan BBM di semua wilayah.

“Untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi, Pertamina tetap menyediakan BBM di seluruh wilayah sesuai permintaan. Dengan pasokan yang tersedia dalam jumlah yang aman, Pertamina dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi nasional dan selalu siap melayani masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *