Kerjasama Masyarakat Indonesia dalam Hadapi Pandemi Corona

Kerjasama Masyarakat Indonesia dalam Hadapi Pandemi Corona

Kerjasama Masyarakat Indonesia dalam Hadapi Pandemi Corona 

Kerjasama Masyarakat Indonesia dalam Hadapi Pandemi Corona , – Wabah corona ditanggapi masyarakat Indonesia dengan cara kolaborasi. Bukan hanya dokter dan paramedik yang aktif, tetapi juga pelajar, TNI dan pemerintah.

045550000 1584980560 APD RS MOEWARDI ridlo - Kerjasama Masyarakat Indonesia dalam Hadapi Pandemi Corona

 Wabah COVID-19 di Indonesia membuat masyarakat bahu membahu saling membantu menolong warga yang terdampak baik untuk paramedis yang menjadi garda terdepan anggota virus ini. Di Kota Bandung, selain pemerintah, perguruan tinggi dan TNI juga terjun langsung memberikan bantuan. 
Seperti yang dilakukan Universitas Bhakti Kencana Bandung. Perguruan tinggi swasta ini menyalurkan bantuan 34 ribu lebih alat pelindung diri (APD) ke-45 unit pelayanan kesehatan di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.
“Di tengah pandemi COVID-19 yang telah menimbulkan banyak korban dan kerugian seperti saat ini, kesejahteraan dan kesehatan kita menjadi prioritas,” Ketua Yayasan Universitas Bhakti Kencana Bandung A Mulyana kepada detikcom.
Sebuah Mulyana menilai, di tengah kesulitan sulit pandemi COVID-19 ini, ada satu hal positif yang semakin menguat di masyarakat Indonesia, yaitu sikap saling membantu dan gotong royong

Pasar Kapasan dibuka kembali  

Pasar Kapasan ditutup selama dua pekan, setelah ada dua pegawai positif corona. Kini, setelah dibuka kembali, pasar di bawah tanggung jawab Pemkot Surabaya akan dievaluasi. 

Evaluasi yang dilakukan melibatkan peserta dalam menerapkan perlindungan bagi pengunjung dan pembeli selama pembahasan dibuka. 

Hebi mengatakan pihaknya juga melakukan sosialisasi setiap hari. Tujuannya untuk digunakan pada minggu ini masih ada yang tidak memakai topeng atau tidak.  

Pasar Raya Padang ditutup selama lima hari 

Pemerintah Kota Padang menutup aktivitas di Pasar Raya Padang selama lima hari. Hal ini dilakukan untuk memutus  rantai penyebaran virus corona (COVID-19). 

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, aktivitas di pasar utama di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat ini ditutup sementara karena akan dilakukan penyemprotan total. 

Harus kita bersihkan total, agar tidak semakin banyak dari sana. Agar tidak mendapat banyak pedagang dan warga negara kita yang jadi korban, “kata Mahyeldi kepada korban. 

Bantuan langsung tunai dan non tunai untuk warga Sumedang

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan  bantuan langsung tunai dan non tunai kepada warga Sumedang yang terdampak virus pandemi corona (COVID-19), yang akan disalurkan PT POS dan Ojek Online. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap dengan bantuan ini tidak ada warga yang meminta pertanggungjawaban wabah pandemi COVID-19 ini. “Insya Allah semua akan dilakukan oleh pemerintah, tidak boleh ada warga Sumedang dan Jawa Barat yang meminta,” kata Ridwan Kamil yang biasa disapa Kang Emil usai memberikan bantuan sosial langsung tunai dan non tunai, di Kantor Pos Sumedang. 

Sedangkan Bantuan yang diberikan sebesar Rp 500 ribu per kepala keluarga (KK) terdiri dari uang tunai dan non tunai terdiri dari sembako selama 4 bulan. 

Selain itu, kata Kang Emil, pihaknya meminta kepada seluruh warga Sumedang untuk mentaati aturan pemerintah agar tidak keluar rumah, jika tidak ada keperluan yang terdesak saat dimulainya PSBB ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *