Ingin Bisa #TerusUsaha di Masa New Normal?

Ingin Bisa #TerusUsaha di Masa New Normal?

Ingin Bisa #TerusUsaha di Masa New Normal?

Ingin Bisa #TerusUsaha di Masa New Normal?, – Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia memberikan dampak yang sangat besar di berbagai sektor, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Keterbatasan modal, akses informasi dan teknologi membuat mereka sulit untuk mempertahankan bisnis yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya.

Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia mengatakan dengan situasi dunia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, UMKM harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau akan tertinggal. #TerusUsaha adalah bagian dari komitmen GrabForGood yang bertujuan untuk memberikan akses teknologi, peningkatan keterampilan, dan layanan digital.

“Program ini kami ciptakan untuk mendukung program #BanggaBuatanIndonesia yang diluncurkan Presiden Joko Widodo, dan kami berharap dapat membantu bisnis-bisnis kecil menavigasi era tatanan baru dengan semangat gotong royong. Kami percaya bahwa inilah saatnya bagi UMKM Indonesia untuk maju dengan inovasi dan saling menginspirasi untuk dapat bertahan dan bangkit,” ujar Ridzki Kramadibrata, Selasa.

Merayakan semangat juang UMKM Indonesia, Grab meluncurkan berbagai inisiatif dalam 6 bulan ke depan untuk membantu UMKM dengan:

Meningkatkan Visibilitas dan Permintaan untuk UMKM

Untuk Mendukung Usahawan Lokal – Grab akan membantu puluhan ribu UMKM untuk meningkatkan visibilitas online. Dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi.

Grab akan memberikan ruang untuk beriklan di media sosial dan saluran digital Grab, serta influencer media sosial yang bekerja sama dengan Grab.

Selain itu, Grab juga akan menanggung biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat materi pemasaran ini. Pelanggan akan diarahkan pada laman transaksi langsung saat meng-klik iklan ini.

Menciptakan Kesempatan Pendapatan Baru Bagi Mereka yang Membutuhkan

Grab juga menghadirkan inisiatif untuk membantu masyarakat yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, untuk bergabung sebagai agen individu GrabKios. Mereka bisa menawarkan produk finansial. Dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada komunitas sekitar mereka.

Salah satu kisah sukses UMKM yang berhasil memanfaatkan layanan digital dari GrabKios ini adalah Rosalina dari Palembang.

Ibu Rumah Tangga Belajar Teknologi Agar Bisa Mandiri

Rosalina (38 tahun) merupakan seorang Ibu Rumah Tangga yang kini menjalankan warung digital ‘Rosa’ di Palembang. Rosa telah merasakan manfaat digitalisasi dalam menjalankan usahanya, saat ia bergabung dengan GrabKios.

“Saya dulu tidak paham tentang teknologi, jadi saya belajar cara menggunakan smartphone saya. Beberapa tahun lalu, saya memutuskan untuk membuka sebuah warung kecil, tapi hanya menjual barang-barang kebutuhan harian saja. Dengan teknologi GrabKios, saya bisa menawarkan lebih banyak layanan bagi pelanggan seperti pembelian token listrik, pembayaran tagihan, dan juga transfer uang,” jelasnya.

Memberikan Pelatihan Keterampilan dan Pertumbuhan bagi Bisnis Kecil

Upgrade Usaha Lokal – Serangkaian program yang memberikan pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi UMKM Indonesia.

A. Grab Akselerator UMKM: Grab bermitra dengan organisasi nirlaba, Sahabat UMKM, dalam menyediakan program akselerasi lengkap bagi pemilik usaha kecil di Indonesia. Peserta terpilih akan mengikuti program pelatihan selama 2,5 bulan yang difokuskan pada:

Business Assessment: Fokus pada topik seperti legalitas, pemasaran, literasi keuangan, hingga daya saing produk
Product Review: Sesi bagi para ahli untuk menilai produk dan rencana bisnis dari para peserta
Konsultasi: Sesi untuk mendiskusikan berbagai topik seputar ekspansi pasar, pengelolaan sumber daya, modal, dan bantuan bisnis.

Pelatihan akan diberikan oleh praktisi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Termasuk Irvan Helmi (pemilik Anomali Coffee), Hendy Setiono (pemilik Kebab Baba Rafi), Garniasih (Branding Expert dari CEO LAB.id), dan juga pengajar dari DJKI Kemenkumham, Kementerian Keuangan hingga dosen akademis. Program ini akan dimulai pada awal Agustus 2020. Para pemilik usaha kecil dapat mendaftarkan diri mereka di microsite GrabForGood mulai 20 Juli.

B. Microsite khusus diperuntukan bagi UMKM: Ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dari bisnis kecil yang sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab: www.grabforgood.id.

Bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk digitalisasi bisnis tradisional

Grab semakin memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendorong masuknya bisnis tradisional ke ekonomi digital.

  • Makassar:

Bermitra dengan PD Pasar Jaya, pelanggan kini dapat membeli kebutuhan sehari-hari dari 13.500 penjual tradisional di 16 pasar tradisional menggunakan GrabAssistant. Grab juga bermitra dengan Dewan Kerajinan Nasional Makassar dalam mendukung bisnis kecil di area pariwisata lokal dengan teknologi.

  • Manado:

Bermitra dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) untuk melakukan digitalisasi kepada 100 mitra Industri Kecil Menengah (IKM) di bawah naungan Disperindag untuk menjadi merchant GrabMart dan GrabFood. Grab juga menawarkan biaya pengiriman khusus untuk pelanggan yang berbelanja dari 100 IKM yang terdaftar guna mendorong permintaaan kepada para pedagang.

  • Yogyakarta:

Bermitra dengan Dinas Koperasi & UMKM DI Yogyakarta untuk mendukung aplikasi Si Bakul, aplikasi MarketHub dan program dari pemerintah. Grab akan menyediakan jasa pengiriman melalui GrabExpress dengan harga khusus bagi pelanggan yang membeli produk dari 120 mitra UMKM yang terdaftar dalam platform SiBakul.

  • Sleman:

Grab juga bermitra dengan pemerintah daerah Sleman untuk mengajak 24 pasar tradisional basah di Sleman bergabung dalam platform Grab. Pelanggan sekarang dapat membeli barang sehari-hari dari hampir 12.500 penjual tradisional menggunakan GrabAssistant.

***

Kerja sama ini dibangun dari upaya Grab untuk mendukung pemerintah agar memastikan bisnis tradisional dan wirausahawan di lokasi terpencil tidak tertinggal dalam akselerasi digital. Hingga hari ini, Grab telah membantu lebih dari 100 pasar tradisional di Indonesia untuk beralih ke bisnis online melalui GrabMart.

Sejak bulan Maret hingga April 2020, Grab Indonesia meluncurkan lebih dari 24 inisiatif baru untuk meringankan dampak pandemi pada mitra pengemudi dan pengiriman, garda terdepan dan komunitas.

Grab juga menghadirkan Laporan Kontribusi Personal #TerusUsaha bagi pengguna Grab yang menunjukkan bagaimana transaksi yang mereka lakukan di Grab telah membantu banyak orang untuk terus bertahan selama masa pandemi COVID-19. Laporan ini dapat dilihat melalui widget khusus yang ada di aplikasi Grab mereka.

“COVID-19 membutuhkan kolaborasi luar biasa dari segala lapisan masyarakat. Grab mengambil bagian dengan memanfaatkan teknologi. Dan jangkauan kami untuk mencari cara berbisnis yang baru sehingga bisa mendukung semua orang secara inklusif.”  tutur Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia.

#TerusUsaha di Masa New Normal

Comments are closed.