Ikatan Pedagang Pasar Minta Pemerintah Berikan Insentif

Ikatan Pedagang Pasar Minta Pemerintah Berikan Insentif

Ikatan Pedagang Pasar Minta Pemerintah Berikan Insentif

Ikatan Pedagang Pasar Minta Pemerintah Berikan Insentif, – Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, menuntut pemerintah segera memberikan bantuan ke para pedagang pasar yang terdampak pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Mansuri menyebutkan omzet 200 ribu pedagang pasar di Jakarta turun hingga 70 persen selama 7 bulan terakhir.

“Ini pukulan berat. Dengan kondisi tidak ada pilihan lain untuk meminta pemerintah memberikan insentif ke pedagang pasar agar tetap bisa bertahan dalam menjalani surutnya kondisi mereka,” kata Abdullah kepada IDN Poker 88 Asia, Selasa.

Pedagang alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, berharap bantuan dana insentif dari pemerintah untuk mengurangi dampak kerugian transaksi usaha selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total muali senin.

Edy mengungkapkan saat ini kekurangan pendapatan materi dari transaksi perdagangan di Pasar Pramuka berkisar 50 persen dari total nilai keseluruhan berkisar Rp2-3 miliar per hari selama pandemi covid-19.

“Kalau dihitung jumlah toko di sini ada 240 kios, misalnya satu toko sehari transaksinya paling sedikit Rp3-5 juta, totalnya berkisar Rp 1-3 miliar. Itu di saat normal,” katanya.

Edy menambahkan saat ini transaksi pedagang masih didominasi pemesanan obat dan alat kesehatan oleh instansi maupun layanan kesehatan seperti rumah sakit.

Tuntut bantuan protokol kesehatan

Abdullah mengatakan pedagang pasar meminta bantuan alat kesehatan, seperti hand sanitizer dan masker. Pedagang juga meminta agar pemerintah dapat meyakinkan masyarakat bahwa pasar bukan klaster baru penyebaran COVID-19.

“Bagaimana pemerintah membuat pasar nyaman dan menyakinkan masyarakt bahwa pasar bukan klaster baru,” ucapnya.

Belum ada respons dari pemerintah

IKAPPI sudah mengirimkan surat ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan. Namun usaha mereka belum mendapat balasan.

“Kami sudah kontak Wakil Gubernur (DKI Jakarta), sudah bertemu, tapi belum bicara stimulus,” katanya.

Bantuan berupa permodalan atau dana hibah

IKAPPI juga meminta pemerintah memberikan bantuan permodalan atau stimulus baik hibah atau bantuan bagi 200 ribu pedagang terdampak. Untuk besarannya sendiri, Abdullah berharap disesuaikan dengan komoditas yang dijual pedagang.

“Kita sesuaikan dengan anggaran pemerintah apa yang bisa di-support ke kami. Tapi bagi kami besaran itu relatif begantung pada apa saja yang kami jual atau dagangkan. Gak semua pedagang itu sama,” ujarnya.

Comments are closed.