Fajrin Rasyid, Direktur Baru Telkom Akan Pelajari Komplain IndiHome

Fajrin Rasyid, Direktur Baru Telkom Akan Pelajari Komplain IndiHome

Direktur Baru Telkom

Direktur Baru Telkom – Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid menyetakan bahwa Telkom akan segera berkomunikasi dan berdiskusi akan keluhan dari masyarakat terhadap layanan IndiHome.

Baca juga : BAHAN-BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

IndiHome merupakan layanan Triple Play dari Telkom yang terdiri dari Telepon Rumah, Internet on Fiber dan Interactive TV. Di berbagai media sosial, Indihome dikomplain mulai dari jaringan hingga layanannya.

“Ini masukan yang baik bagi perusahaan. Saya akan banyak berdiskusi dengan bu FM Venusiana R sebagai Direktur Consumer Service,” ujar Fajrin dalam konferensi pers setelah RUPST, Jumat (19/6/2020).

Fajrin melanjutkan, Telkom daftar s128 pulsa mungkin akan lebih banyak melakukan komunikasi dan mempelajari perusahaan ini secara keseluruhan sebagai direktur yang baru. Dirinya bilang akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan problem Indihome ini.

“Sekarang saya hanya bisa bilang, Insya Allah saya akan membantu untuk banyak menyuarakan dan mendengarkan komplain yang ada di masyarakat,” katanya.

Direktur Baru

Adapun, Fajrin ditunjuk menjadi Direktur Digital Business Telkom oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Erick memang pernah bilang, pihaknya akan mengangkat direksi berusia kurang dari 40 tahun.

Direktue Utama Telkom Ririek Adriansyah menyatakan, kehadiran Fajrin bisa mendukung bisnis Telkom ke depannya.

“Kami butuh membawa BoD yang bisa mendukung, seperti mas Fajrin. Kalau Pak Presiden punya Mas Menteri (Nadiem Makarim), Telkom punya Mas Direktur (Fajrin),” ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam konferensi pers, Jumat (19/6/2020).

Karena Corona, BKPM Revisi Target

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan merevisi target investasi Indonesia untuk 2020. Hal ini menyusul ketidakpastian terkait kapan berakhirnya pandemi Corona atau Covid-19.

“Corona ini mirip nama perempuan, dia nggak mau pergi dari dunia bahkan bangsa kita. Masih tetap di bulan Juni, ini masih bingung kapan berakhirnya selama belum ada vaksin,” ujar Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia video conference via Facebook, Jumat (19/6/2020).

Dia mengatakan, penyesuain target investasi 2020 telah mengalami revisi sebanyak tiga kali. Pertama, target investasi dipatok Rp 886 triliun pada saat pandemi ini belum tiba di Indonesia, lalu menyesuaikan pandemi atau pada Mei 2020 target investasi dipangkas menjadi Rp 855,6 triliun dengan syarat pandemi berakhir Mei.

Akan tetapi, penyebaran Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini. Sehingga, revisi capaian investasi diturunkan lagi untuk yang ketiga kalinya menjadi Rp 817,2 triliun.

Melibatkan Gugus Tugas

Bahlil menambahkan, target revisi telah melibatkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 selaku otoritas resmi yang lebih memahami kajian terkait pandemi tersebut. Dari hasil kajian terbaru Gugus Tugas diprediksi pandemi Covid-19 akan berangsur turun di akhir Juli 2020.

Untuk itu, pihaknya bersiap menghadapi kondisi terburuk apabila perkiraan Gugus Tugas meleset terkait waktu berakhirnya pandemi di Juli. Salah satunya, kembali menurunkan target investasi nasional untuk keempat kalinya pada tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *