Ekonomi Masih Labil Ini Ide Bisnis yang Bisa Kamu Coba

Ekonomi Masih Labil Ini Ide Bisnis yang Bisa Kamu Coba

Ekonomi Masih Labil Ini Ide Bisnis yang Bisa Kamu Coba

Ekonomi Masih Labil Ini Ide Bisnis yang Bisa Kamu Coba – Perekonomian Indonesia masih labil akibat pandemik virus corona. Bahkan ketidakpastian ekonomi ini bisa terjadi hingga tahun depan atau sampai ditemukannya vaksin.

Buat kamu yang bingung untuk cari penghasilan atau bisnis tambahan, kamu bisa melirik beberapa potensi ini. Lumayaan untuk menambah pundi-pundi rupiah kamu.

1. Bisnis di sektor kesehatan

Ekonom INDEF Aviliani mengatakan kalau sektor kesehatan masih berpotensi banget untuk berkembang sekarang ini. Kamu bisa mencoba bisnis seperti jamu, vitamin atau masker yang unik.

2. Bisnis buah-buahan

Banyak loh buat di Indonesia yang dilirik pasar internasional seperti nanas, mangga, pisang, salak, manggis, rambutan, dan buah naga.

“Ada orang keluar jadi pekerja sekarang malah dia mau ekspor buah lokal dan buah mangga harum manis gitu, itu luar biasa dalam waktu setahun dia omsetnya udah berapa berapa ratus ton bisa diekspor ke luar negeri,” ujar Aviliani.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan nanas telah masuk pasar ekspor Amerika Serikat, Belanda, Spanyol, Jerman dan Jepang. Nilainya mencapai Rp1,5 triliun.

Begitu juga manggis yang diekspor ke Hongkong, Arab Saudi, China, Malaysia, Prancis senilai Rp1,09 triliun. Sementara nilai ekspor pisang mencapai Rp45 miliar lebih per tahun ini.

3. Bikin startup

Kalau kamu punya ide, kamu bisa saja membuat startup atau usaha rintisan yang dapat membantu masyarakat banyak. Aviliani menyebut untuk startup tidak perlu modal banyak karena nantinya akan ada investor yang membiayai dan mendukung usaha kamu.

“Modalnya cuman idenya itu kan, begitu idenya masuk akal dia persentasi banyak asing masuk. Bahkan sekarang valuasi daripada startup itu luar biasa besar,” ucapnya.

4. Fokus sama kompetensi kamu

Kamu bisa saja memilih usaha-usaha seperti yang ada di atas. Tapi Aviliani mengingatkan kamu agar fokus sesuai kompetensi kamu. Kedua, kamu harus punya segmentasi pasar yang jelas.

“Anda punya uang tapi kompetensinya orang lain pasti akan dibohongin jadi harus ada kompetensi di dalam bidang itu. Kedua, segmentasinya harus jelas. Bisa aja kita bikin justru karena orang tuanya makin lama makin banyak ya itu kita fokus yang orang tua,” kata Aviliani.

Comments are closed.