Banyak Turis Tiongkok Liburan ke Bali

Banyak Turis Tiongkok Liburan ke Bali

Banyak Turis Tiongkok Liburan ke Bali

Banyak Turis Tiongkok Liburan ke Bali – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut banyak turis asal Tiongkok kebelet berwisata ke Bali. Berdasarkan survei Bank Indonesia, Perry, mengatakan minat untuk berwisata per Juni ini sudah meningkat hampir 70 persen dibanding bulan Mei yang masih di bawah 50 persen.

“Masalahnya masyarakat masih takut, aman gak dari COVID? Wisatawan dalam grup lebih kecil, bukan massal, di hotel harus ada proktol. Kalau mau ke Kuta atau Sanur harus ada protokolnya. Banyal warga Tiongkok yang juga ingin berwisata,” kata Perry, Jumat.

1. Satu juta warga Tiongkok mau liburan ke Bali

Duta Besar Indonesia untuk RRC dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, mengatakan berdasarkan data media sosial Sina Weibo, sampai 17 Juli, hashtag Bali yang digencarkan kedutaan besar menjadi topik yang hangat dibicarakan dengan total impresi dibaca warganet mencapai 370 juta kali. Ia menambahkan, sampai 4 Juli sudah nyaris 1 juta partisipan atau warga Tiongkok yang ingin mengunjungi Bali setelah COVID-19.

“Mereka juga membaca topik terkait Bali 358.568 kali pada 16 Juli. Konten yang kita masukin untuk promosi di Indonesia itu sehingga merangsang mereka (untuk berwisata). Ketika konektivitas sudah ada, mereka akan berkunjung di mulai dari Bali, Manado yang ada penerbangan langsung,” katanya pada kesempatan yang sama.

2. Besarnya potensi turis asal Tiongkok

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratuboko (Persero) Edy Setijono menyebut Tiongkok menjadi harapan berkembangnya pariwisata di Indonesia.

“Tiongkok jadi harapan buat kita. Kita harap di 2020 Tiongkok berdampak bagi wisata Indonesia. Tiongkok ada di posisi kedua setelah Malaysia,” katanya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikeluarkan pada Senin Maret 2020, jumlah wisatawan Tiongkok pada Januari sebesar 181.300 kunjungan. Jumlah tersebut meningkat dibanding Januari 2019 sebanyak 1,46 persen.

3. Tantangan konektivitas

Meski demikian, Djauhari menyoroti masalah konektivitas jaringan internet yang ada di Indonesia. Ia mengatakan, selain untuk berlibur, Kedubes juga menggencarkan hastag working from Indonesia atau working from Bali.

“Kita mau buat #workingfromindonesia karena minat ke Indonesia sangat signifikan di Tiongkok. Karena mereka akan gunakan untuk bekerja. Infrastruktur telekomunikasi harus benar siap. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan,” ucapnya.

Comments are closed.